DOWNLOAD AJA MODUL 4
MODUL 4
APLIKASI DIODA (Bagian 1)
Dioda banyak diaplikasikan dalam rangkaian elektronika. Kita akan
mempelajari beberapa aplikasi dioda dalam rangkaian elektronika diantaranya
sebagai rangkaian gerbang logika, rangkaian pemotong (clipper) dan rangkaian penjepit (clamper) yang akan dibahas pada modul ini. Sedangkan aplikasi
lainnya seperti pada rangkaian penyearah (rectifier)
dan rangkaian penggandaan tegangan (voltage
multiplier) akan dibahas pada modul 5.
4.1 Rangkaian
Gerbang Logika
Dioda sebagai saklar dapat digunakan untuk rangkaian gerbang logika
sebagai dasar dari rangkaian komputer. Dalam bilangan biner hanya dikenal angka
1 dan 0. Angka 1 dalam hal ini berarti positif, sedang angka nol berarti nol
atau negatif.
4.1.1 Gerbang OR
Rangkaian pada gambar 4.1 adalah rangkaian gerbang OR untuk logika
positif. Pada rangkaian ini terdapat 3 buah masukan yaitu VA, VB
dan VC. Apabila salah satu masukan saja bernilai 1 (5V) meskipun
yang lainnya 0 (0V) maka VR pun akan bernilai 1. Hal ini dikarenakan
terdapat arus yang mengalir melewati R melalui dioda yang forward bias. Keluaran VR
akan bernilai 0 manakala ketiga input bernilai 0 dengan demikian ketiga dioda reverse bias dan tidak ada aliran arus
melewati R.
![]() |
|
VA
|
VB
|
VC
|
VR
|
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
0
|
1
|
1
|
|
0
|
1
|
0
|
1
|
|
0
|
1
|
1
|
1
|
|
1
|
0
|
0
|
1
|
|
1
|
0
|
1
|
1
|
|
1
|
1
|
0
|
1
|
|
1
|
1
|
1
|
1
|
(a)
(b)
Gambar 4.1 Gerbang OR logika positif
(a) Rangkaian dioda (b)Tabel
kebenaran
4.1.2 Gerbang AND
Rangkaian pada gambar 4.2 adalah rangkaian gerbang AND untuk logika
positif. Terdapat 3 buah masukan yaitu VA,
VB dan VC. Berbeda dengan gerbang OR, pada gerbang AND
nilai keluaran VR akan bernilai 1 hanya jika ketiga masukan VA,
VB dan VC bernilai 1. Apabila ada salah satu masukan saja
bernilai 0 meskipun yang lainnya 1 (5V) maka VR pun akan bernilai 0.
|
VA
|
VB
|
VC
|
VR
|
|
0
|
0
|
0
|
0
|
|
0
|
0
|
1
|
0
|
|
0
|
1
|
0
|
0
|
|
0
|
1
|
1
|
0
|
|
1
|
0
|
0
|
0
|
|
1
|
0
|
1
|
0
|
|
1
|
1
|
0
|
0
|
|
1
|
1
|
1
|
1
|
(a)
(b)
Gambar 4.2 Gerbang AND logika positif
(b) Rangkaian dioda (b)Tabel
kebenaran
4.2 Rangkaian Pemotong
(Clipper)
Rangkaian pemotong (clipper)
adalah rangkaian yang menggerakkan salah satu bagian positif atau negatif dari
sebuah bentuk gelombang. Rangkaian ini merupakan jenis pengolahan sinyal
yang berguna untuk pembentukan sinyal,
proteksi rangkaian dan komunikasi.
Pada dasarnya terdapat dua jenis rangkaian clipper yaitu clipper
positif dan clipper negatif.
Rangkaian ini dapat digabungkan menjadi sebuah limitter yang digunakan untuk rangkaian sensitif. Kita pun
dapat memberikan tegangan bias positif
atau negatif. Clipper dengan tegangan
bias ini biasa disebut sebagai biased
clipper dan dapat dikombinasikan menjadi positif-negatif biased clipper.
4.2.1 Clipper Positif
Gambar 4.3 menunjukkan sebuah clipper
positif. Rangkaian menggerakkan semua bagian positif dari sinyal masukan. Hal
ini menyebabkan sinyal keluaran hanya mempunyai setengah siklus negatif.
Cara kerja rangkaian clipper positif
adalah sebagai berikut :
-
Selama setengah siklus positif dari sinyal masukan,
dioda menjadi forward bias dan menjadikan
hubungan pendek (short circuit) pada
terminal keluaran. Secara ideal, tegangan keluaran adalah nol.
-
Selama setengah siklus negatif dari sinyal masukan,
dioda menjadi reverse bias. Dioda
open dan menghasilkan sinyal setengah siklus negatif melalui keluaran. Pada
gambar 4.3a nilai yang ditunjukkan sama dengan –Vp. Hal ini menunjukkan bahwa
besar resistor seri, RS jauh lebih kecil daripada resistor beban, RL.
Jika kita menganalisis dengan menggunakan pendekatan kedua, dengan asumsi
dioda yang digunakan adalah dioda silikon. Maka tegangan dioda adalah 0,7V
ketika menghantar. Oleh karena itu, tingkat clipping adalah tidak nol, tetapi 0,7V. Keluaran clipper menjadi seperti yang
diperlihatkan pada gambar 4.3b.

Gambar 4.3 Clipper
Positif (a) Rangkaian dan bentuk sinyal
keluaran (dioda ideal) (b) Bentuk sinyal
keluaran (menggunakan pendekatan kedua)
Prasyarat
Kondisi
Dioda yang digunakan untuk clipper
adalah dioda sinyal kecil (small signal).
Dioda ini memiliki sebuah daerah sambungan (junction)
yang lebih kecil dibandingkan dioda tang dipakai untuk aplikasi rangkaian
penyearah (rectifier) sebab
difungsikan untuk bekerja pada frekuensi yang lebih tinggi. Dengan demikian
akan menghasilkan daya tahan yang cukup besar. Sebagai contoh dioda 1N914 memiliki
arus forward 10 mA pada tegangan 1V.
Hambatan bulk dioda tersebut adalah :
Rangkaian clipper akan
berfungsi normal jika hambatan seri (Rs) jauh lebih kecil dari hambatan beban (RL)
dan juga jauh lebih besar dari hambatan bulk dioda (RB). Biasanya diambil pendekatan :
100 RB < RS < 0,01 RL...........................................(4.1)
Oleh karena itu jika dioda memiliki hambatan bulk sebesar 30Ω, resistansi
serinya seharusnya paling sedikit 3kΩ dan resistansi beban seharusnya paling
sedikit 300kΩ. Kita dapat melihat perbedaan bentuk keluaran dari rangkaian clipper positif untuk berbagai hambatan
seri Rs seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.4.

Gambar 4.4 Tegangan keluaran dari rangkaian clipper positif untuk berbagai hambatan
seri Rs
4.2.2 Clipper Negatif
Jika kita membalikkan posisi dioda, maka akan didapatkan rangkaian clipper negatif seperti yang ditunjukkan
pada gambar 4.5. Rangkaian ini memotong
bagian negatif sinyal masukan sehingga secara idealnya bentuk sinyal keluarannya
hanya berupa setengah siklus sinyal positif.
Cara kerja rangkaian clipper
negatif adalah sebagai berikut :
-
Selama setengah siklus positif dari sinyal masukan,
dioda menjadi reverse bias dan. Dioda
open dan menghasilkan sinyal setengah siklus positif melalui keluaran. Pada
gambar 4.5a nilai yang ditunjukkan sama dengan Vp. Hal ini menunjukkan bahwa
besar resistor seri, RS jauh lebih kecil daripada resistor beban, RL.
-
Selama setengah siklus negatif dari sinyal masukan,
dioda menjadi forward bias dan
menjadikan hubungan pendek (short circuit)
pada terminal keluaran. Secara ideal, tegangan keluaran adalah nol. Namun
demikian clipping tentulah tak
sempurna. Sebab menurut pendekatan kedua, dioda memiliki tegangan offset 0,7 V untuk silikon. Dengan demikian
bentuk sinyal keluarannya menjadi seperti pada gambar 4.5b.

Gambar 4.5 Clipper
Negatif (a) Rangkaian dan bentuk sinyal
keluaran (dioda ideal) (b) Bentuk sinyal
keluaran (menggunakan pendekatan kedua)
4.2.3 Limitter atau Dioda Clamp
Clipper berguna bagi pembentukan
gelombang, tetapi rangkaian yang sama dapat digunakan dalam arah yang berbeda
secara keseluruhan seperti pada gambar 4.6a. Masukan rangkaian ini adalah
berupa sinyal dengan puncak 15mV. Oleh karena itu keluaran normalnya adalah
merupakan sinyal yang sama.
Rangkaian ini memiliki kelebihan jika dioda-diodanya Off. Jika kita mempunyai sebuah rangkaian sensitif yakni rangkaian
yang satu bagiannya ada yang tidak dapat menerima masukan terlalu banyak, maka
kita dapat menggunakan limiter negatif
positif untuk melindungi masukannya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.6b.
Jika sinyal masukan mencoba naik diatas 0,7 V, keluaran dibatasi 0,7V. Demikian
pula sebaliknya, jika sinyal masukan mencoba untuk meurunkan di bawah -0,7V
pada salah satu polaritas.

Gambar 4.6 (a) Dioda clamp/limitter (b) Perlindungan rangkaian sensitif
Sebuah contoh rangkaian sensitif adalah op amp. Tegangan masukan typical
ke sebuah op amp kurang dari 15 mV. Tegangan lebih besar daripada 15mV adalah
tidak biasa dan tegangan lebih besar dari 0,7V adalah tidak normal. Sebuah
limitter pada sisi sinyal masukan op amp akan mencegah tegangan masukan yang
besar. Contoh rangkaian sensitif lainnya adalah moving coil meter. Dengan memberi limiter, kita dapat melindungi gerakan meter yang memiliki tegangan
atau arus masukan yang besar. Limitter
disebut juga sebagai dioda clamp
karena membuat clamping atau limitting tegangan ke tahap yang
spesifik.
4.2.4 Biased Clipper
Tingkat referensi (tingkat clipping)
sebuah clipper positif idealnya nol, atau 0,7V untuk pendekatan kedua. Namun
demikian kita dapat mengubah nilai referensi tersebut dengan memberikan bias.
Dalam elektronik, bias berarti penerapan sebuah tegangan eksternal untuk
mengubah tingkat referensi sebuah rangkaian. Gambar 4.7a adalah contoh
penggunaan bias untuk mengganti tingkat referensi clipper positif. Dengan menambahkan sebuah sumber tegangan dc
diserikan dengan dioda, kita dapat mengubah tingkat clipping. Untuk operasi normal, besarnya tegangan bias V harus
kurang dari Vp. Untuk pendekatan kedua, tingkat referensi clipper positif menjadi (V+0,7)Volt. Gambar 4.7b. menunjukkan clipper negatif bias. Tingkat referensi clipper negatif menjadi (-V-0,7)Volt.

Gambar 4.7 Biased
Clipper (a) Clipper positif bias
(b) Clipper negatif bias
4.2.5 Kombinasi Clipper
Kita dapat mengkombinasikan dua clipper
bias seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.8. Dioda D1 memotog bagian positif
di atas tingkat bias positif, dan dioda D2 memotong bagian negatif di bawah
tingkat bias. Sinyal keluaran yang dihasilkan adalah berupa gelombang persegi
empat. Ini merupakan contoh lain pembentukan sinyal yang mungkin oleh clipper.

Gambar 4.8 Clipper
positif-negatif bias
4.3 Rangkaian
Penjepit (Clamper)
Dengan memanfaatkan sebuah kapasitor pada rangkaian dioda, maka dioda
akan berfungsi sebagai clamper. Clamper akan memberikan tegangan dc pada
sinyal. Terdapat 2 jenis clamper
yaitu clamper positif dan clamper negatif. Keduanya banyak dipakai
sebagai contoh: penerima televisi menggunakan clamper untuk mengubah tingkat referensi sinyal video. Clamper juga digunakan dalam radar dan
rangkaian komunikasi.
4.3.1 Clamper Positif
Clamper positif dengan masukan sinus
akan menambahkan tegangan dc ke gelombang sinus tersebut. Tingkat referensi ac
(secara normal =0) naik ke tingkat tegangan dc. Gambar 4.9 merupakan rangkaian clamper positif. Secara ideal, cara
kerja clamper positif dijelaskan pada
gambar 4.9a. Pada awalnya, kapasitor
tidak bermuatan. Pada setengah siklus negatif pertama tegangan masukan, dioda On (gambar 4.9b). Pada puncak negatif
sumber ac, kapasitor terisi penuh dengan tegangan sebesar Vp dan nenunjukkan
adanya polaritas. Sedikit disamping puncak negatif, dioda Off (gambar 4.9c). Terdapat ketentuan nilai untuk konstanta RIC
agar rangkaian clamper dapat bekerja
dengan baik, yaitu:
RLC>100T
......................................................(4.2)
dimana T = periode sinyal
Hal inilah yang menyebabkan kapasitor menyisakan hampir seluruh muatannya
selama dioda Off. Kapasitor yang
bermuatan kelihatan sebagai baterai dengan tegangan Vp. Ini adalah tegangan dc
yang sedang ditambahkan pada sinyal. Setelah
seperempat siklus yang pertama, tegangan keluaran adalah sebuah
gelombang sinus yang di-clamp positif
dengan tingkat referensi nol (0V) untuk dioda ideal. Sedangkan dengan
pendekatan kedua akan terlihat seperti pada gambar 4.9d. Oleh karena dioda
turun 0,7V ketika menghantar, tegangan kapasitor tidak cepat mencapai Vp. Clamping menjadi tidak sempurna dan
puncak negatif mempunyai tingkat refernsi -0,7V.

Gambar 4.9 Clamper
positif (a) dioda ideal (b) Pada puncak positif (c) Disamping puncak
positif (d) dioda dengan pendekatan kedua
4.3.2 Clamper Negatif
Jika kita membalikkan dioda pada gambar 4.9 di atas maka kita akan
mendapatkan sebuah rangkaian clamper negatif
seperti yang terlihat pada gambar 4.10. seperti halnya pada clamper positif clamping tidaklah
sempurna pada puncak positif terdapat tingkat tegangan referensi 0,7V (secara
ideal=0).

Gambar 4.10 Clamper
negatif
4.3.3 Detektor Puncak
ke Puncak
Detektor puncak adalah sebuah rangkaian yang menggunakan dioda sinyal
kecil dan beroperasi pada frekuensi tinggi (lebih dari 60Hz). Rangkaian ini
terdiri dari rangkaian penyearah setengah gelombang dengan filter masukan kapasitor menghasilkan tegangan keluaran dc yang
mendekati sama dengan puncak sinyal masukan. (Pembahasan lebih lanjut mengenai
rangkaian penyearah (rectifier) akan
diuraikan pada modul selanjutnya). Apabila kita cascadekan sebuah clamper dan detektor puncak maka akan
dihasilkan detektor puncak ke puncak (lihat gambar 4.11).

Gambar 4.11 Detektor puncak ke puncak
Keluaran clamper digunakan
sebagai masukan detektor puncak. Dengan demikian keluaran rangkaian ini berupa
tegangan dc 2Vp.
